Sistem Pengapian Mobil : Cara Kerja dan Jenis-Jenisnya

Sistem Pengapian Mobil – Jika Anda memiliki sebuah mobil, Anda bisa melihat pada busi mobil Anda seperti mengeluarkan api. Anda belum tahu dari mana sumber api tersebut, apakah berasal dari sebuah pemantik atau mungkin menggunakan listrik. Di sini, Anda perlu mengetahui sistem pengapian mobil.

Sistem pengapian ini perlu Anda ketahui jika suatu saat Anda sebagai teknisi atau pemilik mobil memiliki masalah terkait sistem tersebut. Dengan mempelajarinya, Anda bisa menemukan solusi atas permasalahan sistem pengapian ini.

Anda bisa saja menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada teknisi, tetapi tentu saja akan menjadi lebih baik jika Anda selaku pemilik kendaraan tersebut mengetahui dengan baik sistem pengapian mesin mobil tersebut.

Busi yang terdapat pada mesin mobil sebenarnya tidak mengeluarkan api. Akan tetapi busi tersebut hanya mengkonversi energi listrik menjadi percikan api atau bunga api. Komposisi besar pada listrik mempunyai sifat seperti api yaitu panas dan bisa membakar.

Cara busi mobil mengkonversi atau mengubah listrik menjadi api adalah merupakan pekerjaan dari sistem pengapian. Sistem ini bertugas untuk mengalirkan atau menyalurkan energi listrik ke dalam komposisi besar pada waktu yang tepat.

Transformator (trafo) step up memiliki tugas untuk membuat agar beda potensial menjadi besar. Trafo step up merupakan dua buah kumparan listrik yang mempunyai jumlah lilitan primer yang jauh lebih sedikit dibanding lilitan sekunder.

Trafo step up bekerja dengan cara menyalurkan arus listrik ke kumparan primer sehingga pada kumparan sekunder, arus listrik memiliki tegangan yang lebih tinggi. Jika Anda menginginkan jumlah tegangan sekunder yang lebih tinggi lagi, maka Anda perlu membuat perbedaan yang cukup besar pada jumlah lilitan primer maupun sekunder.

Fungsi Sistem Pengapian

Sistem Pengapian Mobil Sistem pengapian mobil memiliki satu fungsi yaitu membakar campuran pada bensin dan udara yang sudah dikompresi pada mesin bensin. Untuk mesin diesel berbahan bakar solar, mobil menggunakan sistem pembakaran otomatis yang disebut self combustion. Oleh karena itu, mobil tersebut tidak menggunakan rangkaian sistem pengapian.

Proses pembakaran pada mesin bensin khususnya dalam siklus mesin bensin yang menggunakan 4 tak, Anda mungkin mengenal istilah langkah hisap, kompresi, usaha, dan buang.

Busi hanya akan menyala jika terjadi kompresi antara bensin dan udara. Hal tersebut terjadi saat langkah terakhir ketika piston mencapai titik mati atas atau TMA. Secara sederhana dapat disimpulkan jika sistem pengapian bekerja dengan cara interval atau tidak konstan.

Jenis-Jenis Sistem Pengapian Mobil

Jenis Jenis Sistem Pengapian MobilAda 4 (empat) jenis sistem pengapian mobil yang perlu Anda ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Pengapian Konvensional

Pengapian ini masih menggunakan sistem kerja konvensional yaitu dengan memakai kontak mekanik untuk menentukan interval busi yang menyala.

2. Pengapian Transistor

Pengapian transistor atau disebut juga dengan pengapian elektronik karena telah memakai transistor yang berfungsi sebagai pengganti kontak mekanik. Sistem pengapian ini menggunakan bantuan transistor untuk mengubah listrik menjadi api.

3. Pengapian DLI

Sistem pengapian ini tidak menggunakan distributor yang merupakan komponen atau alat yang digunakan untuk membagikan arus tegangan tinggi yang berasal dari coil. Hampir semua Mobil EFI memakai sistem pengapian DLI.

4. Pengapian CDI

Sistem pengapian CDI adalah sistem yang digunakan pada sepeda motor yaitu mesin yang menggunakan silinder tunggal. Mesin ini memakai capasitor untuk sumber pembangkit induksi pada sebuah coil.

Sebagai pengetahuan dasar, di sini akan diuraikan cara kerja salah satu sistem di antara keempat sistem di atas.

Cara Kerja Sistem Pengapian Mobil Konvensional

Cara Kerja Sistem Pengapian MobilSistem ini dimulai dari pada saat kunci kontak sudah berada pada posisi ‘ON’ atau menyala. Arus tersebut kemudian mengalir ke ignition coil yang di dalamnya terdapat dua jenis kumparan yaitu primer dan sekunder.

Input yang sama di kedua kumparan menyebabkan keduanya juga mendapat aliran arus listrik. Namun, output dari kedua kumparan tersebut berbeda jauh. ArusArus listrik yang mengalir pada rangkaian sistem pengapian mobil konvensional tersebut hanya dalam keadaan stand by. Tidak terdapat perubahan pada tegangan yang terjadi pada coil disebabkan belum terjadi pergerakan pada rangkaian pemutus arus listrik tersebut. Busi tidak akan menyala jika flywheel dalam kondisi belum berputar.

Selanjutnya, flywheel akan berputar disebabkan oleh sistem starter dan sistem pengapian akan mulai bekerja. Rangkaian pemutus arus pada sistem pengapian konvensional membuat rangkaian ini bersatu dengan rangkaian pada distributor dan mempunyai komponen poros yang terhubung dengan suatu crankshaft mesin. Dengan begitu, mesin akan berputar diikuti dnegan komponen yang juga akan ikut berputar mengikuti RPM mesin.

Komponen sistem pengapian konvensional terdiri dari baterai atau aki, kunci kontak, fuse, relay, ignition coil, platina, nok platina, capasitor, distributor, kabel bertegangan tinggi, busi, sentrifugal advancer, dan juga vacum advancer.

Baca Juga Informasi VTCONLINE Lainnya
Sistem Pendingin Mesin MotorBiaya Tune Up Mobil
Cara Kerja Mesin 4 TakSistem Pengapian Motor

Demikianlah penjelasan tentang sistem pengapian mobil. Semoga penjelasan vtconline.co.id di atas bisa menambah pengetahuan Anda tentang mesin pada mobil Anda.