7 Komponen Motor Listrik : Fungsi & Cara Kerjanya

Komponen Motor Listrk – Asal kalian ketahui, motor listrik merupakan alat yang mempunyai fungsi untuk bisa mengubah sebuah energi listrik untuk menjadi sebuah energi gerak. Alat ini diketahui termasuk sebuah alat listrik dinamis  dikarenakan mampu menghasilkan sebuah gerakan. Sebuah prinsip kerja yang diketahui dari motor listrik ini yaitu dengan cara memanfaatkan akan gaya tarik magnet.

Anda pasti sudah mengetahui dengan baik, ketika ada 2 buah magnet yang mempunyai 2 kutub yang sama setelah itu didekatkan, maka kedua dari kutub magnet tersebut pasti akan mulai bergerak untuk menjauh. Sebaliknya jika apabila ada kutub magnet yang berbeda maka keduanya akan saling menarik. Maka prinsip inilah yang  nantinya akan menjadi sebuah dasar motor listrik.

Komponen Motor Listrik

Gambar Komponen Motor ListrikAda beberapa komponen motor listrik yang lazim dijumpai. Untuk mengetahui apa saja komponennya, silahkan simak di bawah ini.

  1. Stator Coil
  2. Rotor Coil
  3. Main Shaft
  4. Brush
  5. Bearing
  6. Drive pulley
  7. Motor Housing

Fungsi Setiap Komponen Motor Listrik

Setiap komponen memiliki fungsi berbeda-beda. Kalian wajib mengetahui fungsi setiap komponen motor listrik agar memahami dengan betul bagaimana cara kerjanya. Nah untuk mengetahuinya silahkan simak ulasan singkat berikut ini.

1. Stator atau Armature Coil

Mengenal komponen motor listrik dan fungsinya yang pertama yaitu stator. Stator tersebut sudah termasuk dalam sebuah komponen utama dari motor listrik. Karena komponen tersebut akan langsung bersinggungan dengan sebuah kinerja motor. Stator ini merupakan sebuah lilitan tembaga statis dan biasanya terletak untuk mengelilingi sebuah poros utama. Fungsi dari stator ini yaitu untuk bisa membangkitkan sebuah medan magnet yang terdapat di sekitar rotor.

Komponen ini diketahui terdiri dari beberapa lempengan besi. Lempengan tersebut terlihat dililit oleh sebuah tembaga. Tembaga ini nantinya juga akan dihubungkan dengan sebuah  sumber arus. Jadi untuk lilitan tersebut nantinya akan dialiri oleh sebuah arus listrik, sehingga akan menghadirkan kemagnetan di stator. Sebuah motor pada umumnya mempunyai 3 buah stator coil. Hal tersebut tergantung dengan kapasitas motor tersebut. Semakin banyak jumlah lilitan yang ada di kumparan maka akan pastinya akan semakin besar pula medan kemagnetan yang nantinya akan dihasilkan. Hal tersebut tentunya akan sangat mempengaruhi dari kecepatan motor.

2. Rotor Coil atau Komutator

Mengenal komponen motor listrik dan fungsinya yang pertama yaitu rotor coil. Bagian ini juga terlihat sangat menyerupai stator. Untuk bedanya rotor ini merupakan sebuah lilitan tembaga yang mempunyai sifat dinamis. Hal ini dikarenakan lilitan tersebut terlihat menempel secara bersama main shaft ataupun ada  poros utama sebuah motor yang nantinya akan berputar.

Maka sama halnya dengan sebuah stator coil, maka semakin banyak dari jumlah lilitan di rotor maka pasti akan semakin besar pula sebuah putaran yang nantinya akan dihasilkan. Pada umumnya akan digunakan sebuah tembaga dengan sebuah diameter yang sangat kecil. Ujung lilitannya pasti akan terhubung langsung dengan sebuah rotor yang lainnya yang terletak di bagian ujung dari poros utama.

3. Main Shaft

Sebuah poros utama merupakan sebuah komponen logam yang terlihat memanjang sebagai sebuah tempat untuk menempelnya beberapa dari komponen. Selain dari komponen rotor coil, maka untuk komponen lainnya yang terlihat menempel di poros ini yaitu komponen drive pulley. Pada umumnya untuk poros yang utama ini terbuat dari sebuah bahan aluminium yang sangat anti karat. Selain itu untuk komponen tersebut juga harus terus stabil di putaran serta suhu tinggi.

4. Brush

Mengenal komponen motor listrik dan fungsinya yang pertama yaitu Brush. Brush merupakan sikat tembaga yang nantinya akan bisa menghubungkan sebuah sumber arus dari litrik dengan sebuah rotor coil. Sikat tersebut akan menempel di rotor kecil yang biasanya terletak pada ujung rotor utama. Gesekan yang akan terjadi nantinya mengalirkan sebuah arus dengan menggunakan arah yang sama meskipun rotor tersebut berputar. Brush inilah nantinya yang akan menyuplai arus serta masa untuk sebuah rotor coil.

5. Bearing

Alat ini yang nantinya akan menghasilkan sebuah putaran, maka memang sangat diperlukan sebuah komponen khusus. Hal ini nantinya yang akan dijadikan sebuah bantalan supaya putaran tersebut berlangsung dengan sangat mulus. Inilah sebuah fungsi dari bearing yaitu sebagai sebuah bantalan yang terdapat di antara permukaan poros dengan sebuah motor housing. Bearing ini pada umumnya diketahui berbahan sebuah aluminium yang mempunyai gaya gesek yang ringan. Sehingga hal tersebut tidak akan bisa menghambat dari sebuah putaran motor.

6. Drive Pulley

Kumpulan komponen ini diketahui terletak pada ujung bagian dari luar poros utama. Fungsinya yaitu untuk bisa mentransfer sebuah putaran motor untuk bisa menuju komponen yang lainnya. Komponen ini pada umumnya diketahui berbentuk seperti gear ataupun pulley. Siap untuk dihubungkan dengan sebuah komponen yang memang perlu untuk digerakkan dengan menggunakan motor ini.

7. Motor Housing

Komponen ini berada dibagian luar dan berfungsi untuk melindungi semua bagian motor listrik. Bisa dikatakan Motor Housing merupakan bagian terluar dari komponen motor listrik sehingga bisa melindungi semua komponen yang ada didalamnya.

Baca Juga Informasi Lainnya
Ciri-Ciri Fuel Pump RusakPenyebab Motor Matic Ngempos 
Cara Mengatasi Motor Matic MogokPenyebab Motor Mati Saat Mesin Panas

Inilah beberapa komponen motor listrik dan fungsinya yang bisa Anda ketahui. Anda bisa mengetahui seluk beluk untuk mengenai dari komponen motor listrik ini beserta dengan fungsinya masing-masing. Semoga hal tersebut bisa menambah akan pengetahuan Anda serta semoga informasi vtconline.co.id kali ini bermanfaat.