Fungsi Piston Pada Mesin Kendaraan Wajib Di Ketahui

Fungsi Piston Pada Mesin Sebenarnya sebutan piston ini diambil dari bahasa Inggris yang mana dalam bahasa Indonesia pun sama dikenal sebagai piston. Piston sendiri mempunyai bentuk yang sama persis dengan klep yang ada di pompa tabung.

Jika kalian memiliki pompa motor berbentuk tabung, maka yang dipakai sebagai peniup udara menuju dalam ban yang dilakukan dengan mendorong udara yang ada dalam tabung pompa pasti mempergunakan klep yang telah diberi sebuah batang yang panjang dan dapat membuat kalian melakukan tekanan pada gagang pompa tersebut dengan bolak balik. Kegunaan dari piston sendiri umumnya seringkali digunakan untuk mengatur volume silinder. Sama persis dengan pompa tabung, jika kalian menarik gagang piston tersebut ke arah atas secara otomatis volume dari tabung akan lebih luas dan dapat membuat banyak udara masuk kedalam tabung.

Tetapi ketika gagang dari pompa ditekan maka volume dari tabung tersebut akan berubah kecil dengan begitu udara sebelumnya yang terdapat di dalam pompa akan terdorong untuk masuk kedalam ban.Walaupun begitu cara kerja yang dimiliki pispon ini hanya dapat naik turun saja. Hal ini berarti jika piston tersebut terletak di posisi turun maka ekspansi atau volume dari silinder akan berubah lebih besar.

Sehingga posisi tersebut ada di mesin 4 tak yang dapat digunakan sebagai penghisap dari campuran udara dan juga bensin menuju dalam ruang bakar. Sedangkan pada saat piston dalam posisi naik, volume pada silinder pun berubah lebih kecil sehingga fungsi piston ini digunakan sebagai alat untuk menaikan tekanan pada tempratur gas di sebelumnya telah ada pada ruang bakar serta digunakan sebagai pendorong gas dari sisa pembakaran.

Fungsi Piston Pada Mesin Kendaraan

Fungsi Piston Pada Kendaraan

Fungsi Piston Pada Kendaraan

1. Penghisap Udara Menuju Dalam Silinder

Fungsi pertama yang dimiliki oleh piston ialah digunakan sebagai penghisap material pada pembakaran yang ada di luar agar dapat masuk menuju dalam silinder. Caranya pinston tersebut dapat bergerak dari titik mati atas menuju titik mati bawah ketika menghisap. Dengan cara otomatis dapat mengakibatkan terjadinya pembesaran pada volume silinder. Pembesaran yang terjadi dapat menyedot suatu material pembakaran berupa udara dan bensin yang telah terkumpul dalam intake manifold masuk menuju pada silinder.

2. Mengkompresi Material Dalam Silinder

Fungsi piston juga dapat digunakan sebagai alat mengkompresi ataupun menekan suatu material pada pembakaran di sebelumnya yang dapat menghisap sehingga dapat lebih mudah terbakar serta daya pembakaran yang dimilikinya lebih besar. Setelah selesainnya langkah hisap pada siklus mesin 4 tax kemudian menuju langkah kompresi. Agar dapat menjalankan langkah kompresi dengan begitu piston dapat bergerak dari arah TMB menuju TMA yang terdapat dalam sebuah kondisi sehingga semua katup dapat tertutup.

Hal inilah yang dapat menyebabkan volume silinder mengalami pengecilan, namun pada dalam silinder tersebut ada material pembakaran. Dengan begitu material pada pembakaran yang terdapat dalam silinder mengalami kompresi. Inilan yang dapat memudahkan suatu proses pada pembakaran dan juga dapat memperbesar daya yang dihasilkan dalam proses pembakaran.

3. Konversi Daya Pada Ekpansi Pembakaran

Kemudian, fungsi piston juga dapat mengubah suatu energi ekpansi berubah pada energi mekanik yang dapat terlihat hanya denggan menggunakan mata. Cara yang perlu kalian ketahui ialah, pada saat terakhir dalam langkah kompresi yang mana seharusnya busi dapat menyala dan terjadi pembakaran. Sehingga hasil dari pembakaran tersebut dapat menyebabkan suatu ledakan yang terjadi pada dalam silinder, serta hasil dari ledakan tersebut ialah panas, energi ekpansi dan juga sisa gas dari pembakaran.

Hal tersebut dipergunakan sebagai sebuah daya mesin yaitu energi ekspansi, tetapi daya pada ekpansi ini memiliki bentuk yang masih belum dapat dilihat dengan begitu agar dapat dipergunakan maka hal ini harus diubah terlebih dahulu ke energi mekanik. Dengan begitu piston yang sebelumnya berada di posisi TMA akan didorong energi ekpansi sehingga dapat menyebabkan piston menjadi terhempas menuju TMB. Proses itulah sebab terjadinya perubahan energi ekpansi pembakaran berubah ke energi mekanik piston.

4. Mendorong Keluar Sisa Gas Hasil Pembakaran

Fungsi piston yang terakhir seusai terhempasnya piston menuju TMB, maka piston akan bergerak kembali menuju TMA sebab terdapat sebuah tahapan pada engkol yang dapat membelokan energi yang telah diperoleh oleh piston agar dapat kembali melakukan penggerakkan menuju ke arah atas. Lalu ketika piston bergerak menuju TMA, volume silinder akan mengalami pengecilan. Hal tersebut terjadi pada saat katup buang terbuka dengan begitu gas yang terbuang dapat terdorong menuju keluar.

Itulah beberapa fungsi piston yang dapat kalian ketahui secara umum dan secara menyeluruh. Semoga informasi ini dapat berguna bagi pembaca dimana pun berada dan bisa menambah wawasan kalian mengenai piston sendiri sehingga dapat kalian manfaatkan dengan baik.

Itu dia beberapa informasi menarik yang wajib yang mana perlu kamu ketahui menggenai fungsi piston pada mesin kendaraan. Simak juga informasi menarik lainnya dari VTCONLINE.CO.ID menggenai “Ciri-Ciri Komponen AC Mobil Rusak” pada artikel sebelumnya dan semoga bisa bisa bermanfaat.