Fungsi Connecting Rod Bearing Yang Wajib Di Ketahui

Fungsi Connecting Rod Bearing –  Dimana yang terdapat pada sebuah mesin pembakaran dalam atau disebut sebagai internal combustion chamber terdapat batang piston yang lebih dikenal sebagai connecting rod yaitu setang seher merupakan bagian terpenting yang dapat menghasilkan sebuah tenaga mesin. Dimana batan piston atau connecting rod tersebut akan terhubung pada poros engkol dan juga piston yang kemudian dapat bekerja secara bersamaan sehingga dapat mengubah suatu tenaga pembakaran yang terdapat dalam mesin berubah menjadi suatu tenaga putar pada roda.

Dengan begitu beban dan juga tekanan yang dihadapi sebuah batang piston memiliki ukuran yang sangat ting, oleh itu sebabnya maka batang piston perlu memiliki tenaga yang kuat tetapi ringan untuk menjaga konsistensi berat pada mesin. Bagi beberapa mobil mobil modern sekarang ini, batang piston atau connecting rod banyak dipergunakan sebagai bahan baja untuk itu tidaklah heran jika banyak diproduksi karena dapat menahan suatu tekanan yang sangat tinggi. Tetapi dengan begitu, ada beberapa dari mesin yang digunakan untuk kebutuhan yang khusus.

Perlu kalian ketahui juga jika batang piston atau connecting rod ini pun terbuat menggunakan bahan titanium yang mana bahan tersebut merupakan sebuah bahan yang memiliki massa ringan tetapi sangat kuat jika dibandingkan dengan bahan baja. Dimana kali ini VTCONLINE.CO.ID akan memberikan informasi menarik menggenai fungsi connecting rod bearing yang wajib diketahui buat kamu.

Dibawah ini VTCONLINE akan memberikan kalian penjelasan atau informasi mengenai fungsi connecting rod BEARING yang terdapat pada mesin pembakaran dalam, apakah fungsi yang dimilikinya memiiliki kesamaan dengan mesin yang terdapat pada mobil atau motor. Berikut informasi selengkapnya.

Fungsi Connecting Rod Bearing

Fungsi Connecting Rod Bearing

1. Menghubungkan Piston dengan Poros Engkol

Perlu untuk kalian ketahui jika batang piston ini merupakan penghubung yang utama piston dan poros engkol yang dapat berguna untuk meneruskan sebuah tenaga mesin yang dihasilkan dari pembakaran yang selanjutnya mengalami perubahan menjadi suatu gerak putar yang terdapat di poros engkol.

Pada komponen ujung dari batang piston atau connecting rod yang mana terhubung pada piston dikenal sebagai small end. Small end ini dihubungkan pada piston dengan melewati bagian yang disebut piston pin, suatu metode dalam pemasangan yang biasanya dipergunakan bagi piston pin dan small end.

Di bagian batang piston terdapat dua model yakni model full floating dan juga semi floating. Sedang pada komponen di ujung batang piston lain yang mana terhubung dengan sebuah poros engkol dinamakan dengan bid end. Pada bagian ini terhubung pada crank pin yang terdapat di poros engkol.

Sebagai upaya menghindari keausan antara big end dengan crank pin maka pasangkanlah metal jalan atau lebih dikenal dengan connecting rod bearing dengan mengalirinya oli pelumas. Hal tersebut merupakan fungsi connecting rod yang utama termasuk sebagai fungsi paling umum yaitu dapat dipergunakan untuk menghubungkan piston dengan poros engkol.

2. Mengubah Gerak Piston Lurus

Fungsi berikutnya yang perlu kalian ketahui ialah jika batang piston atau connecting rod dapat mengubah gerak lurus yang ada pada piston hingga menjadi suatu gerak putar yang terdapat pada poros engkol. Ketika suatu mesin bekerja, piston pun akan bergerak secara lurus naik dan juga turun dengan mengikuti kontur pada silinder blok yang bergerak lurus juga.

Gerakan lurus yang digerakkan piston dengan naik turun pada sebuah silinder ini dapat diteruskan dengan batang piston atau connecting rodpada poros engkol dengan mendorong crank pin. Hal ini disebabkan kontruksi pada poros engkol dengan batang piston ketika telah terpasang, dengan begitu gerak lurus naik turun yang terdapat pada piston berubah menjadi suatu gerak putar ke poros engkol.

3. Memindahkan Gaya Piston

Fungsi Connecting Rod Bearing yang terakhir ialah digunakan sebagai alat untuk memindahkan gaya piston menuju sebuah poros engkol secara langsung dengan melakukan pembangkitan suatu momen putar yang terdapat di poros engkol. Ini adalah sebuah gaya yang memiliki tekanan yang akan diterima piston dengan sesaat ketika sudah terjadinya suatu pembakaran, dengan dipindahkannya menuju poros engkol dengan melewati batang piston tersebut atau connecting rod.

Sebuah proses ini merupakan suatu pemindahan yang dapat membangkitkan sebuah momen putar atau tenaga putar yang terdapat di poros engkol pada saat sudut dari crank pin telah melewati titik dari puncaknya. Sehingga suatu tenaga yang akan diterima piston pun akan mengalami suatu perubahan dari poros engkol menjadi sebuah kecepatan putar secara langsung menjadi sebuah tenaga putar.

Demikian penjelasan fungsi connecting rod yang dapat kalian ketahui, kami hanya dapat memberikan penjelasan fungsi dari batang piston ini tiga fungsi saja. Dengan mengetahui informasi ini semoga dapat bermanfaat bagi kalian dan dapat pula menambah pengetahuan kalian mengenai pentingnya sebuah connecting rod atau batang piston. Baik itu yang terdapat dalam mobil ataupun yang terdapat pada motor sekalipun.