Cara Tune Up Mobil Injeksi yang Baik dan Benar

Cara Tune Up Mobil Injeksi yang Baik dan benar – Sebagian besar keluarga yang berkecukupan, setidaknya ada satu macam mobil yang digunakan untuk bepergian. Entah itu untuk keperluan keluarga maupun untuk keperluan mobilitas kerja.

Adanya mobil pribadi bisa lebih mempercepat waktu perjalanan karena tidak perlu menunggu adanya kendaraan umum yang lewat. Penggunaan mobil yang sering harus dibarengi dengan perawatan yang baik supaya performa kendaraan tersebut tetap terjaga.

Perawatan kendaraan semacam ini dikenal juga dengan tune up. Proses tune up bisa dilakukan sendiri, apalagi kendaraan model dulu cara perawatannya bisa dengan mudah dipahami oleh orang-orang.

Dalam kesempatan kali ini VTCONLINE.CO.ID akan memberikan informasi yang mungkin bermanfaat bagi anda pengguna Mobil injeksi menggenai Cara Tune Up Mobil Injeksi yang baik dan benar. Dimana Peralatannya pun lebih sederhana. Akan tetapi, mobil zaman sekarang memiliki sistem injeksi sehingga cara tune up-nya berbeda.

Cara Tune Up Mobil Injeksi

Cara Tune Up Mobil Injeksi

Pesiapan Sebelum Tune Up Mobil

Proses tune up banyak peralatan sehingga Anda harus mempersiapkan semua peralatan tersebut sebelum mengikuti cara tune up mobil injeksi yang benar. Peralatan yang digunakan cukup banyak, kurang lebih mencapai hingga 10 peralatan. Pertama ada kunci pas yang berguna untuk membuka dan memasang baut dan mur dengan momen pengencangan yang kecil.

Alat kedua adalah kunci ring yang memiliki fungsi sama dengan kunci pas namun digunakan pada kepala baut yang memiliki momen pengencangan yang lebih besar. Alat selanjutnya adalah obeng offset (+/-) yang dikenal juga dengan obeng phillip. Alat ini sangat cocok untuk baut yang memiliki bentuk kepala beralur. Ada juga alat yang disebut dengan feeler gauge atau pengukur celah. Alat ini berfungsi untuk memberi jarak dari dua benda kerja.

Untuk membersihkan mesin berkarat gunakan ampelas. Untuk mengukur berat jenis dari cairan elektrolit yang terdapat pada baterai mobil maka diperlukan hidrometer. Sedangkan untuk mengukur tekanan kompresi pada silinder mesin maka alat yang digunakan adalah alat pengukur tekanan kompresi. Ada alat yang bernama dwell meter yang digunakan untuk mengukur sudut pengapian mesin. Lalu avometer untuk mengukur menyambung tidaknya dua terminal. Terakhir radiator cup tester yang berfungsi mengukur tegangan pegas pada tutup radiator.

Proses Pemeriksaan Tune Up Mobil

Langkah selanjutnya yang dilakukan pada tahapan cara tune up injeksi mobil adalah melalukan proses pemeriksaan untuk mengetahui keadaan mobil. Hal-hal yang harus diperiksa adalah air radiator, oli mesin, kondisi visual mesin mobil dan tahap terakhir pada pemeriksaan adalah menghidupkan mesin sekitar 5 hingga 7 menit untuk melihat putaran stasioner. Jika radiator dan oli perlu ditambah, maka tambahkan kedua cairan tersebut.

Proses Tune Up Mobil Injeksi/EFI (Electronic Fuel Injection)

Setelah proses pemeriksaan selesai, proses selanjutnya yang dilakukan adalah proses tune up itu sendiri. Dalam melakukan tune up, pengerjaannya harus dilakukan secara berurutan. Hal ini perlu dilakukan supaya tidak ada pengulangan pengerjaan karena ada beberapa proses yang bisa saling mempengaruhi. Jika sampai melakukan satu tahapan secara berulang-ulang, itu hanya akan membuang-buang waktu serta tenaga.

Langkah pertama tune up mobil injeksi adalah dimulai dengan membersihkan saringan udara atau air filter. Pertama-tama, bongkar saringan tersebut kemudian bersihkan komponen dalam saringan menggunakan udara bertekanan. Bagian selanjutnya yang perlu diberikan perawatan adalah sistem pendinginan. Periksa tinggi air pendingin dan pastikan tingginya sampai hingga garis penuh pada tangki.

Selain memeriksa air, periksa juga kemungkinan kerusakan pada radiator dan juga selang. Kemungkinan klem selang longgar, kisi-kisi radiator yang berkarat hingga kebocoran pompa air dan inti radiator. Jika terdapat kerusakan-kerusakan ini segera perbaiki. Setelah diperbaiki, lanjutkan tune up ke bagian tutup radiator. Periksa cara kerjanya menggunakan radiator cup tester. Tekanan standar pada katup adalah 0,75 kg/cm2 hingga 1,05 kg/cm2 dengan limit 0,6 kg/cm2.

Bagian yang diperiksa setelah ini adalah tali kipas. Pastikan tali ini tidak rusak, berubah bentuk dan aus. Tali juga tidak boleh terkena oli dan jadi gemuk. Jangan sampai ada masalah persinggungan antara tali dan puli. Setel ulang kembali kekencangan dengan kekuatan 10 kg. setelah selesai, periksa bagina baterai. Masalah yang biasanya timbul di bagian ini adalah penyangga baterai berkarat, hubungan terminal longgar atau baterai yang rusak dan berkarat. Jika ada kemungkinan ini segera perbaiki.

Dalam baterai bukan hanya baterai itu sendiri yang diperiksa. Pada cara tune up mobil injeksi yang benar lakukan juga pemeriksaan pada berat jenis elektrolit, oli mesin dan kualitasnya. Jika sudah selesai maka periksalah busi. Periksa kemungkinan busi rusak atau retak. Setel kembalil celah busi dengan celah standar mencapai 1 mm. setelah selesai, periksa kabel tegangan tinggi menggunakan avometer. Tahanan kabel harus memiliki tegangan kurang dari 25 KΩ per kabel.

Dua hal terakhir yang perlu diperiksa adalah distributor dan tekanan kompresi. Jika celah platina pada distributor terbakar parah maka harus segera diganti. Kemudian periksa sudut pengapian menggunakan dwell tester. Bagian terakhir adalah menguji tekanan kompresi dengan memanaskan mesin selama 5 menit. Selama itu lakukan pengukuran dan usahakan lakukan pengukuran dalam waktu singkat supaya mendapatkan pengukuran yang akurat.

Ingat untuk melakukan setiap tahapan cara tune up mobil injeksi dengan benar supaya tidak menyia-nyiakan waktu dan menguras tenaga. Jika tune up dilakukan secara berkala, sekecil apapun masalah yang ada pada mobil bisa segera diketahui dan cepat diperbaiki. Baca juga informasi bermanfaat lainnya dari VTCONLINE menggenai “Cara Membuat SIM Online Terbaru” pada artikel sebelumnya.