Cara Kerja Radiator Mobil : Fungsi dan Komponen

Cara Kerja Radiator Mobil – Radiator merupakan komponen mesin mobil yang memiliki peranan atau fungsi yang amat sangat penting, yakni sebagai sistem perpindahan panas sekaligus sistem pendingin dalam mesin mobil. Mungkin bagi montir istilah radiator sudah sangat tidak asing, tapi mungkin akan terasa asing bagi yang tidak mengerti sistem otomotif dalam mobil.

Bisa dikatakan cara kerja radiator berdasarkan termodinamika atau dalam kata lain berdasarkan proses perpindahan panas. Bisa juga diistilahkan seperti cara kerja paru-paru manusia, yakni mengubah darah yang penuh dengan karbondioksida menjadi oksigen lagi. Jika diterapkan dalam mesin radiator mobil, maka oksigen dan karbondioksida tersebut merupakan pengibaratan panas dan dingin pada mesin tersebut.

Cara Kerja Radiator Mobil

Cara Kerja Radiator MobilBisa dibayangkan bukan, jika sebuah mobil tidak memiliki radiator? Bisa saja mesin tersebut meledak karena terlalu panas dan tidak ada yang mengontrol maupun mendinginkan. Oleh karena itu, peran radiator di sini sangatlah penting karena sebagai alat perpindahan panas pada mesin mobil. Radiator bertugas untuk mengambil sekaligus melepas panas pada mesin mobil tersebut.

Radiator pendingin juga biasa disebit dengan istilah coolant yang berfungsi untuk mengalirkan air dingin pada mesin yang kemudian akan menyerap panas dari mesin mobil.  Nah, secara otomatis, setelah air tersebut menyerap panas, pasti akan mengalami kenaikan suhu yang menjadikannya tidak dingin lagi. Air yang sudah mengalami kenaikan suhu tersebut kemudian diangkut atau dibawa menuju tangki di bagian atas radiator.

Proses pengangkutan tersebut memanfaatkan gaya grafitasi dan kemudian melewati proses pendinginan. Setelah melewati proses pendinginan, air tersebut akan mengalami penurunan suhu dan kembali menjadi dingin, kemudian diangkut dan ditampung di bagian tangki bawah radiator. Setelah itu, air tersebut dipompa atau dialirkan kembali ke bagian mesin mobil. Siklus tersebut terus berjalan secara berulang-ulang selama mesin mobil hidup dan digunakan.

Proses pendinginan atau penurunan suhu air radiator juga memanfaatkan udara bebas dan dibantu dengan kipas yang berada di dekat radiator. Siklus mudahnya proses pendinginan ini adalah; Air radiator yang panas ke dinding saluran penghubung, ke sirip udara dan udara luar, kemudian suhu airnya turun, kira-kira begitulah cara kerja radiator mobil.

Karena terjadinya proses perpindahan panas secara radiasi, yaitu ketika panas air radiator lepas ke udara, maka alat ini disebut dengan radiator. Dari kata radiasi tersebut kemudian menjadikan alat ini dinamakan dengan radiator. Sirip yang berfungsi untuk memperbesar luas permukaan dan memudahkan siklus perpindahan tersebut terdapat dalam radiator core.

Penyebab Radiator Mobil Rusak

Komponen Radiator MobilSesuai dengan cara kerja radiator mobil tersebut, tentu tidak menutup kemungkinan radiator tersebut mengalami kerusakan. Bisa saja radiator mengalami kebocoran sehingga menyebabkan sistem atau siklus kerjanya sedikit terganggu maupun berdampak fatal jika kerusakan yang terjadi parah. Bayangkan saja jika terjadi kebocoran pada radiator tersebut, tentu saja air yang seharusnya mengalir dan didinginkan akan keluar dari siklus dan mesin pun akan panas.

Penyebab lain yang bisa memicu kerusakan pada radiator adalah tekanan yang berlebih sehingga bisa menyebabkan radiator jebol atau bocor meskipun mesin radiator terbuat dari logam. Hal tersebut dikarenakan oleh peningkatan tekanan. Peningkatan tekanan bisa berasal dari peningkatan suhu air pada radiator, jika peningkatan tekanan tersebut melebihi daya tempung radiator, maka radiator tersebut bisa saja jebol dan rusak parah.

Selain jebol, radiator juga bisa saja lecet yang disebabkan oleh kerikil yang ikut masuk dari grill dan mengenai radiator dan berpotensi untuk menyebabkan kerusakan pada radiator. Tidak sampai situ saja, radiator juga bisa saja mengalami kemampetan yang disebabkan oleh sumbatan kotoran pada lubang radiator yang cukup kecil dan mengganggu siklus pendinginan air radiator.

Cara Mengecek Kondisi Radiator

Setelah mengetahui cara kerja radiator mobil, untuk menghindari kerusakan radiator, baik yang berskala ringan atau parah, maka Anda wajib melakukan pengecekan terhadap kondisi radiator pada mobil. Beberapa bagian radiator yang harus dikontrol atau dicek adalah sebagai berikut:

1. Permukaaan Radiator

Permukaan mesin radiator sangat rentan dari lecet, karenanya Anda bisa melakukan langkah awal pengecekan dari permukaan radiator secara visual. Selain pengecekan secara visual, Anda juga perlu melakukan pengecekan permukaan radiator dari rembesan air radiator untuk menghindari masalah karena terjadi kebocoran pada radiator. Oleh karena itu, pengecekan sebelum bepergian sangatlah penting untuk Anda.

2. Gunakan Radiator Pressure

Alangkah sangat lebih baaik jika Anda memiliki alat ini karena bisa melakukan deteksi kebocoran pada radiator melalui tekanan dan lebih efektif untuk digunakan. Selain menggunakan alat ini, Anda juga perlu melakukan perawatan rutin terhadap mesin radiator. Bisa dengan runtin mengecek volume air, dan juga mengecek fungsi-fungsi komponen dalam radiator itu sendiri.

Jika radiator diibaratkan sebagai paru-paru dalam tubuh manusia, maka penting sekali bagi Anda untuk mengetahui cara kerja radiator mobil untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan dan masalah mendadak di tengah perjalanan. Selain itu, Anda juga perlu melakukan perawatan yang maksimal untuk menjaga kondisi radiator.

Baca Juga Informasi Lainnya
Cara Mengatasi Motor NgebulPenyebab Starter Tidak Berfungsi 

Nah demikianlah informasi vtconline.com seputar cara kerja radiator mobil. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat bagi anda yang ingin mengetahui lebih dalam seputar cara kerja radiator pada mobil.